Artikel

Home » Artikel » Penyebaran 148 Mesin Parkir Elektronik di Kota Bandung
Penyebaran 148 Mesin Parkir Elektronik di Kota Bandung

Penyebaran 148 Mesin Parkir Elektronik di Kota Bandung

February 25, 2017, 01:58:52
Penyebaran 148 Mesin Parkir Elektronik di Kota Bandung

e-Parkir yang telah diterapkan di Kota Pahlawan Surabaya cukup efektif dan terbukti berdampak positif pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sistem e-parking di Surabaya telah diterapkan sejak 7 tahun lalu. Pendapatan dari jasa ini naik terus dari target Rp1,8 miliar tercapai Rp1,9 miliar.

Urusan perparkiran memang menjadi permasalahan di setiap kota, dari masalah parkir liar dan retribusinya tidak masuk kas pendapatan asli daerah (PAD). Seperti halnya di Kota Bandung, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan pengadaan ratusan mesin parkir yang ditempatkan di sejumlah kawasan.

Setelah diklaim sukses diterapkan di Jalan Braga, Pemerintah Kota Bandung berencana menambah mesin parkir di 40 titik di Kota Bandung, pihaknya akan menambah 148 mesin parkir baru. Nilai investasi 148 mesin parkir elektronik baru bisa mencapai Rp 29,39 miliar. Mesin parkir yang dibeli bermerk Cale dengan harga per unit sekitar Rp 125 juta.

Lelang pengadaan mesin parkir elektronik tersebut dimenangi PT Mata Biru. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Bandung tidak mengeluarkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) lantaran sistemnya kerja sama public private partnership.

Seperti kita ketahui, lokasi penyebaran mesin parkir elektronik akan terbagi menjadi dua zona wilayah, yakni zona pusat dan zona penyangga. Wilayah Kebon Jati, Jalan Ibu Inggit Ganarsih, Jalan Alkateri, dan Jalan Otista masuk dalam zona pusat. Sedangkan Jalan Naripan, Jalan Dalem Kaum, Jalan Braga, Jalan Cikapundung Timur, dan Cikapundung Barat masuk zona pusat. Untuk zona penyangga seperti di kawasan Jalan Veteran, Jalan Sumatera, Cihampelas, dan Jalan Progo.

Cara menggunakannya juga tidak terlalu susah. Biasanya juru parkir yang berada di sepanjang jalan itu akan menjelaskannya. Pertama masukan dulu nomor polisi yang berada di pelat nomor. Tinggal mengetik di keypad yang telah disediakan oleh mesin itu. Kemudian masukan koin Rp 500-an sejumlah Rp 2.000. Nanti akan keluar slip pembayaran tinggal ambil. Slip itu disimpan di kaca depan mobil. Tarif Rp 2.000 ini untuk satu jam pertama. Jika lebih dari satu jam maka si juru parkir akan menagih pada pengemudi mobil tersebut.

Terkait hal ini, langkah itu dipersoalkan, baik dari sisi pengadaannya maupun efektifitas mesinnya. Seperti halnya mengenai pengawasan terhadap mesin e-parkir tersebut karena di tempatkan dilokasi yang kurang aman. Di bandingkan dengan di jalan Braga kemungkinan besar aman sebab jalan tersebut sehari-harinya ramai baik malam maupun siang, tapi bagaimana dengan di jalan Malabar atau Talaga Bodas belum tentu seperti di Braga. Kemudian bagaiman dengan juru tagih kelebihan waktu, karena hal ini sangat riskan akan menimbulkan hal yang tidak di inginkan atau ada peluang untuk korupsi.

Simak selengkapnya dalam video berikut ini.  

Share:

Related Posts

Perlengkapan untuk Sytem Parkir
Tarif Parkir Termahal di Dunia
Tarif Parkir di Bandung
System Parkir Prabayar
Cara walikota bandung Ridwan Kamil agar kendaraan tak parkir sembarangan
Ridwan Kamil Bongkar Lahan Parkir di Mal PVJ
Jepang Meluncurkan Teknologi Solusi Problema Parkir
x

Hubungi WA



Choose your Style
Layout Style