Artikel

Home » Artikel » Ridwan Kamil Bongkar Lahan Parkir di Mal PVJ
Ridwan Kamil Bongkar Lahan Parkir di Mal PVJ

Ridwan Kamil Bongkar Lahan Parkir di Mal PVJ

January 8, 2015, 20:22:18
Ridwan Kamil Bongkar Lahan Parkir di Mal PVJ

Berita seputar dunia perparkiran yang dirangkum dari berbagai sumber 

BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyaksikan langsung pembongkaran basement dan lahan parkir mal Paris Van Java (PVJ) di Jalan Sukajadi, Kota Bandung, Kamis (8/1/2015). 

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, luas lahan parkir danbasement yang dibongkar mencapai 1.200 meter persegi. "Hari ini kita dari Pemkot Bandung dan tim dari Distarcip (Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya) membongkar area yang kami duga dan sudah diselidiki melanggar peraturan bangunan," kata Emil saat ditemui di sela-sela pembongkaran, Kamis siang. 

Lebih lanjut Emil menjelaskan, pembongkaran lahan parkir danbasement di salah satu mal terbesar di Kota Bandung tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Menurut dia, PVJ melanggar peraturan tentang jatah koefisiensi dasar hijau (KDH) yang sudah sepatutnya dimilik oleh bangunan besar komersial. "Pelanggarannya adalah membangun basementdi zona KDH. KDH ini seharusnya sebuah ruang yang dari atas sampai bawah hanya hijau (tumbuhan) dan tanah, bukan di atas ada pot, di bawah ada basement, itu bukan KDH," ujar dia. 

Setelah dibongkar, Emil meminta kepada pihak pengelola untuk mengembalikan tanah sesuai volume yang sudah dikeruk untuk dijadikan basement di lokasi tersebut. Artinya, setelah dibongkar, bekas basement tersebut harus kembali ditimbun dengan tanah agar sesuai dengan aslinya. "Kami minta dikembalikan ke garis yang semestinya sambil kita beri sanksi tambahan," tutur dia. 

Soal sanksi dan hukuman tambahan, Emil meminta kepada pihak PVJ untuk membuat ruang terbuka hijau (RTH) baru di luar kawasan. Kemudian, dia juga meminta PVJ memperbaiki taman-taman di sekitaran Jalan Sukajadi serta menampung PKL Sukajadi di dalam mal. 

Di tempat yang sama, Kepala Distarcip Kota Bandung Maryun Sastrakusuma menjelaskan, PVJ seharusnya memiliki ruang untuk KDH sebesar 20 persen dari keseluruhan luas bangunan. Setelah dihitung, PVJ seharusnya menyediakan lahan sebesar 7.600 meter persegi. Jika luas bangunan yang dibongkar tersebut hanya 1.200 meter persegi, artinya PVJ belum memenuhi ketentuan 20 persen KDH. 

Demi menutupi kekurangan KDH 6.400 meter persegi tersebut, PVJ harus menambah sisanya dengan membeli tanah baru di luar PVJ yang nantinya diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau.

"Kebutuhannya KDH-nya kan kurang, jadi mereka akan membebaskan lahan di belakang (PVJ) karena sudah enggak mungkin di sini," imbuhnya. 

Di tempat yang sama, Budi, General Affair PVJ, mengatakan, pihaknya akan mematuhi semua sanksi yang telah diberikan oleh Pemkot Bandung, mulai dari membangun RTH, merapikan taman-taman di sekitar Jalan Sukajadi, hingga menyediakan 10 persen dari luas bangunan untuk menampung PKL Jalan Sukajadi. 

"Kalau itu solusi dari Pak Wali Kota, maka sebagai warga yang baik, kami akan ikut berperan aktif dan menjalankan sanksi dari beliau. Kami akan ikuti semua," kata Budi.

Share:

Related Posts

Perlengkapan untuk Sytem Parkir
Tarif Parkir Termahal di Dunia
Tarif Parkir di Bandung
System Parkir Prabayar
Cara walikota bandung Ridwan Kamil agar kendaraan tak parkir sembarangan
Penyebaran 148 Mesin Parkir Elektronik di Kota Bandung
Jepang Meluncurkan Teknologi Solusi Problema Parkir
x

Hubungi WA



Choose your Style
Layout Style